Pertemuan Perantauan
Di dunia nyata
ini memang tidak seperti kisah cerita seperti di film atau sinetron di tv.
Semuanya berjalan seperti air dan terkadang keluar dari jalur plan yang
sebelumnya telah kita buat .
Kali ini saya
akan berbagi sebuah cerita perantauan saya di dunia nyata ini yang katanya
keras dan penuh kerikil yang menghalang , atau tembok yang menjulang
mehnghalang pandang . Kisah perantauan kali ini dimulai saat saya
telah menyelesaikan pendidikan saya di salah satu sekolah menengah kejuruan
negri di Garut , sekolah itu bernama SMKN 12 Garut yang waktu itu kepala
sekolahnya adalah Bpk. Bejo Siswoyo . Setelah saya selesai di sekolah tersebut
saya melamar kerja ke salah satu perusahaan pestisida multi nasional , perusahaan
itu bernama PT.BASF INDONESIA , saya
mendapatkan info lowongan itu dari media social Facebook dan saya kirimkan
laparan tersebut lewat email . Singkat ceritanya saya diterima di perusahaan
itu pada tanggal 24 April 2016 , mulai aktif kerja pada tanggal 1 Mei 2016 .
Saat itu saya ditugaskan di wilayah Ciwidey kab.Bandung .
Saya brangkat ke
Ciwidey bersama kedua paman saya , mereka mengantar saya untuk mencari tempat
tinggal .Singkat ceritanya saya bertemu dengan dua orang yang ada di atas foto
sana .Disinilah saya bertemu dengan orang yang asing yang nantinya akan menjadi
teman seperjuangan di wilayah tersebut . Nama 2 orang tadi Yudi 20 tahun dia
baru saja keluar dari salah satu pabrik di Bandung (Adetex) juga tedi dia baru
resign dari pelayaran (PELNI) , mereka berdua berasal dari Kota Cianjur .Awal
pertemuan saya belum bisa akrab dengan mereka, tapi dengan berjalannya waktu
kami akrab dan bisa menjadi seorang teman, bahkan memiiki rasa sebagai sodara
sebagai kawan seperjuangan di perantauan tanpa sodara bahkan tanpa orang yang
kami kenal sebelumnya . Menemukan teman di perantauan itu bagaikan menemukan
harta karun .kami selalu member motivasi satu sama lainnya , juga kami sering membicarakan mimpi kami
masing masing , mimpi yang nanrtinya akan merubah hidup kami dimasa depan .
karna kami sadar kami bukan diahirkan dari kalangan keluarga yang bergelimangan
harta . kami punya mimpi dan tujuan harus mengangkat , membahagiakan dan
mensejahterakan kaluarga kami . 8 bulan kami bersama , melalui suka duka sedih senang bersama . dan akhirnya
kami berpisah . bukan dengan masalah kami berpisah tapi karne kebutuhan dan
mimpi masing masing kami harus berpisah . Tedi berangkat ke Brunei Darusalam ,
Yudi kembali bekerja di Pabrik besar di Bandung , Dan saya pun pindah perusahan
ke PT.Kertopaten Kencana dan ditugaskan di wilayah Cianjur . meski kami telah
terpisah sangat jauh komunikasi lewat media sosial selalu kami lakukan , meski
tidak sering tapi kami saling member kabar satu sama lain . entah apaagi yang harus
saya tulis dalam pertemuan masa perantauan ini , tapi yang jelas saya sangat
berkesan dengan perantauan ini .
“Merantaulah selagi kamu bisa . dan jangan merantaulah kamu bila
keluargamu kau campakan . karna sejauh apapun sesukses apapun kamu di perantauan
. keluarga adalah yang utama . keuarga adalah rumah dimana kamu kembali.”
“Tantan Kio”
https://www.youtube.com/channel/UC0iALwasS0qPmqWpHEepNEw/videos
