Rabu, 26 April 2017




Pertemuan Perantauan

      Di dunia nyata ini memang tidak seperti kisah cerita seperti di film atau sinetron di tv. Semuanya berjalan seperti air dan terkadang keluar dari jalur plan yang sebelumnya telah kita buat .
      Kali ini saya akan berbagi sebuah cerita perantauan saya di dunia nyata ini yang katanya keras dan penuh kerikil yang menghalang , atau tembok yang menjulang mehnghalang pandang  .  Kisah perantauan kali ini dimulai saat saya telah menyelesaikan pendidikan saya di salah satu sekolah menengah kejuruan negri di Garut , sekolah itu bernama SMKN 12 Garut yang waktu itu kepala sekolahnya adalah Bpk. Bejo Siswoyo . Setelah saya selesai di sekolah tersebut saya melamar kerja ke salah satu perusahaan pestisida multi nasional , perusahaan itu bernama PT.BASF INDONESIA ,  saya mendapatkan info lowongan itu dari media social Facebook dan saya kirimkan laparan tersebut lewat email . Singkat ceritanya saya diterima di perusahaan itu pada tanggal 24 April 2016 , mulai aktif kerja pada tanggal 1 Mei 2016 . Saat itu saya ditugaskan di wilayah Ciwidey kab.Bandung .
      Saya brangkat ke Ciwidey bersama kedua paman saya , mereka mengantar saya untuk mencari tempat tinggal .Singkat ceritanya saya bertemu dengan dua orang yang ada di atas foto sana .Disinilah saya bertemu dengan orang yang asing yang nantinya akan menjadi teman seperjuangan di wilayah tersebut . Nama 2 orang tadi Yudi 20 tahun dia baru saja keluar dari salah satu pabrik di Bandung (Adetex) juga tedi dia baru resign dari pelayaran (PELNI) , mereka berdua berasal dari Kota Cianjur .Awal pertemuan saya belum bisa akrab dengan mereka, tapi dengan berjalannya waktu kami akrab dan bisa menjadi seorang teman, bahkan memiiki rasa sebagai sodara sebagai kawan seperjuangan di perantauan tanpa sodara bahkan tanpa orang yang kami kenal sebelumnya . Menemukan teman di perantauan itu bagaikan menemukan harta karun .kami selalu member motivasi satu sama lainnya ,  juga kami sering membicarakan mimpi kami masing masing , mimpi yang nanrtinya akan merubah hidup kami dimasa depan . karna kami sadar kami bukan diahirkan dari kalangan keluarga yang bergelimangan harta . kami punya mimpi dan tujuan harus mengangkat , membahagiakan dan mensejahterakan kaluarga kami . 8 bulan kami bersama , melalui  suka duka sedih senang bersama . dan akhirnya kami berpisah . bukan dengan masalah kami berpisah tapi karne kebutuhan dan mimpi masing masing kami harus berpisah . Tedi berangkat ke Brunei Darusalam , Yudi kembali bekerja di Pabrik besar di Bandung , Dan saya pun pindah perusahan ke PT.Kertopaten Kencana dan ditugaskan di wilayah Cianjur . meski kami telah terpisah sangat jauh komunikasi lewat media sosial selalu kami lakukan , meski tidak sering tapi kami saling member kabar satu sama lain . entah apaagi yang harus saya tulis dalam pertemuan masa perantauan ini , tapi yang jelas saya sangat berkesan dengan perantauan ini .

“Merantaulah selagi kamu  bisa . dan jangan merantaulah kamu bila keluargamu kau campakan . karna sejauh apapun sesukses apapun kamu di perantauan . keluarga adalah yang utama . keuarga adalah rumah dimana kamu kembali.”
“Tantan Kio”



https://www.youtube.com/channel/UC0iALwasS0qPmqWpHEepNEw/videos

Tidak ada komentar:

Posting Komentar